Jakarta (ANTARA News) - Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mengatakan, pihaknya akan menyampaikan kajian Polri atas rekomendasi Tim Delapan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Sabtu (21/11) mendatang.
Hal tersebut disampaikan Kapolri usai bersama Jaksa Agung Hendarman Supandji menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden Jakarta, Rabu sore.
"Kita akan segera melakukan. Laporan kajian atas rekomendasi Tim Delapan setebal 31 halaman tersebut dipastikan hari Sabtu sudah harus diserahkan kepada Bapak Presiden," katanya.
Lebih lanjut Kapolri mengatakan, tidak ada arahan khusus dari Kepala Negara bagi Polri.
Presiden, katanya, meminta agar institusi itu segera melakukan kajian atas rekomendasi Tim Delapan dan melaporkan pada Presiden.
Ketika ditanya mengenai status Kabareskrim Susno Duadji dan Anggodo, Kapolri enggan berkomentar.
Dalam rapat yang berlangsung di Kantor Presiden sejak pukul 14.00 WIB tersebut dihadiri oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Menkum HAM Patrialis Akbar, Jaksa Agung Hendarman Supandji dan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri.
Rapat selesai pada pukul 17.25 WIB, Kapolri dan Jaksa Agung kembali ke Gedung DPR untuk menghadiri rapat dengan Komisi III DPR RI yang sudah berlangsung sejak Rabu pagi.(*)
Wednesday, November 18, 2009
Dhea Imut Disuruh Ibunya Tampil Feminin
JAKARTA, KOMPAS. com - Artis remaja Dhea Imut (13) mulai diperhatikan ibunya dalam berpenampilan. Kini dirinya sangat sering disuruh oleh ibunya untuk berdandan feminin."Belakangan ini Mama sering banget suruh aku untuk tampil feminin. Aku disuruh pakai sepatu tinggi, banyak memakai baju yang terlihat perempuan banget," kata Dhea di Jakarta, Rabu (11/11). "Pokoknya, Mama yang mengarahkan untuk masalah pakaian. Aku juga sudah mulai mengurangi gaya pakaian yang tomboy," lanjut pemilik nama asli Claudia Anissa ini.
Dalam lingkungan keluarga, aku Dhea, ia sudah dianggap beranjak dewasa oleh orangtuanya. Sumbang sarannya untuk masalah keluarga pun mulai didengar. "Pergaulanku juga sudah terbawa feminin. Perilakuku lebih disiplin, sopan, sudah bisa memilih mana yang baik, beranjak jadi orang yang mandiri, dan enggak selalu mengandalkan Mama," paparnya.
Untuk menunjang penampilannya, Dhea pun melakukan kegiata-kegiatan yang bisa menjaga kesehatan tubuhnya. "Aku selalu jaga kesehatan dengan olahraga teratur, enggak makan junk food, dan minum air putih yang banyak," tuturnya. "Aku enggak boleh suntik vitamin C oleh dokter muka, karena takut mandul dan bisa buat kering rahim, dan itu bahaya banget buatku sebagai perempuan," tuntasnya. (C9-09)
Inilah Gambaran tentang Hari Akhir Itu...
SUTRADARA: Roland Emmerich, PRODUSER: Roland Emmerich, Mark Gordon, Harald Kloser, Larry J. Franco, dan Ute Emmerich, PENULIS: Harald Kloser dan Roland Emmerich, PEMERAN: John Cusack, Chiwetel Ejiofor, Amanda Peet, Thandie Newton, Oliver Platt, Danny Glover, dan Woody HarrelsonMUSIK: Harald Kloser, Thomas Wander, dan James Seymour Brett, SINEMATOGRAFI: Dean Semler
Pernahkan Anda bayangkan ketika bumi yang selama ini kita pijak tiba-tiba ambles ke dasar bumi dan sebagian lagi hilang ditelan air laut? Semua agama memang menyebutkan bahwa suatu saat bumi akan hancur karena Hari Kiamat.
Tak sedikit orang yang percaya bahwa Hari Kiamat akan terjadi di tahun 2012, tepatnya tanggal 21 Desember 2012. Itu sesuai ramalan Suku Maya yang kabarnya jago ilmu falak. Tapi benarkah Kiamat bisa diprediksi datangnya?
Lewat semua kisah dan rumor tersebut, Columbia Pictures memproduksi sebuah film yang menggambarkan bagaimana hari kiamat akan datang. Film yang berjudul 2012 tersebut sudah mulai diputar Jumat (13/11) di seluruh bioskop serentak di seluruh dunia.
Film diawali dengan adegan yang berlokasi di India. Seorang ilmuwan setempat, Dr Satnam Tsurutani (Jimi Mistry), menemukan fakta bahwa inti dari kulit bumi mengalami kenaikan suhu karena efek yang diakibatkan oleh sebuah ledakan besar di permukaan matahari (sun flare).
Menurut perhitungan para ahli, dampak ledakan itu membuat gerakan pada inti bumi. Akibatnya, lempeng bumi yang selama ini menopang daratan di bumi bakal patah dan akan mengakibatkan gempa bumi yang sangat dahsyat.
Atas dasar perhitungan itulah, Dr Adrian Helmsley (Chiwetel Ejiofor), sahabat Dr Satnam, membuat laporan ke Gedung Putih bahwa kiamat akan tiba. Adrian bertemu kepala staf presiden, Carl Anheuser (Oliver Platt). Carl yang semula meremehkan temuan bumi terus memanas itu langsung terkejut dan merespons.
Temuan tersebut kemudian dibawa ke pertemuan negara-negara G8 di tahun 2010. Dalam kesempatan itu, Presiden Amerika Serikat Thomas Wilson (Danny Glover) menyampaikan kepada para petinggi dunia bahwa bumi akan dilanda musibah besar terkait inti bumi yang terus memanas.
Sejak itu dimulailah sebuah rencana besar. Semua negara sepakat memilih China sebagai tempat untuk membuat sejumlah bahtera besar, barangkali mirip bahtera Nabi Nuh, yang tak lain akan digunakan saat bencana besar tiba.
Sementara itu, diceritakan kisah lain tentang kehidupan seorang penulis buku berjudul Farewell Atlantis, Jackson Curtis (John Cusack). Ia datang ke rumah mantan istrinya, Kate Curtis (Amanda Peet), untuk menjemput anak mereka, Noah (Liam James) dan Lily (Morgan Lily), berkemah.
Dengan limusin, mereka tiba di lokasi perkemahan Yellowstone. Namun, setibanya di sana ada tanda larangan masuk menuju danau Yellowstone. Curtis dan kedua anaknya nekat menerobos larangan itu. Di sana mereka kaget karena danau tersebut lenyap karena pemanasan bumi.
Saat berkemah, Curtis bertemu Charlie Frost (Woody Harrelson), seorang penyiar radio yang berpenampilan seperti orang gila. Charlie memberitahu bahwa bumi akan segera dilanda bencana dahsyat. Lewat Charlie juga Curtis tahu bahwa Charlie punya peta lokasi pesawat yang bisa menyelamatkan manusia dari bencana itu.
Curtis pun terpaksa pulang lebih cepat, ketika mantan istrinya meminta agar anak-anak segera kembali. Kate sedikit trauma karena ia baru saja mengalami gempa. Setelah anak-anak kembali ke rumah ibunya, Curtis kembali bertugas mengantar anak kembar bosnya, Yuri Karpov (Zlatko Buric).
Sewa pesawat
Curtis mulai memercayai omongan Charlie tentang kiamat saat dia menyaksikan jalan di bandara terbelah karena gempa. Curtis lalu berinisiatif menyewa pesawat dan seorang pilot untuk menyelamatkan keluarganya dengan bayaran jam tangan mahal miliknya.
Dari sini ketegangan pun dimulai. Kiamat yang diramalkan banyak pihak terjadi, dimulai dari gempa bumi di mana-mana. Curtis pun ngebut ke rumah istrinya untuk menjemput Kate dan anak-anaknya.
Setelah berhasil menyelamatkan keluarganya plus pacar Kate, Gordon Silberman (Tom McCarthy), Curtis segera memacu limusinnya ke bandara. Penonton diajak menahan napas melihat mobil mewah itu meliuk-liuk menghindari gedung-gedung yang runtuh serta jalanan yang menganga karena gempa dahsyat.
Rombongan ini pun tiba di bandara. Namun sial, pilot yang disewa Curtis tewas. Akhirnya, Gordon yang pernah kursus pilot didapuk menjadi pilot dadakan. Berpacu dengan waktu, pesawat itu pun akhirnya bisa mengudara. Dari dalam pesawat mereka melihat bencana yang luar biasa. Semuanya hancur dan luluh lantak.
Di Gedung Putih, Dr Adrian mendapat kabar bahwa kenaikan suhu inti bumi terus naik dengan cepat. Hal ini membuat Adrian terkejut lantaran perkiraannya meleset. Kiamat datang lebih cepat. Pemerintah pun segera melakukan penyelamatan. Sayang, Presiden Thomas menolak dievakuasi ke China. Ia memilih tinggal bersama rakyatnya.
Akhirnya sebuah tsunami setinggi ribuan meter menghantam Gedung Putih dan seisinya. Bahkan saking dahsyatnya, kapal induk John F Kennedy CV-63 pun terpental hingga menghantam Gedung Putih.
Gempa dan tsunami terjadi di seluruh belahan dunia. Bumi mengalami kehancuran total. Diceritakan bahwa kutub selatan dan utara telah bergeser. Semua daratan bergeser sejauh ribuan mil dari lokasi semula.
Dalam bencana itu, hanya sedikit yang bisa selamat, termasuk rombongan pesawat Air Force One yang bergerak ke China, menuju "Bahtera Nuh" dibuat. Ternyata tanpa disangka Curtis dan keluarganya bisa sampai China menggunakan pesawat Antonov yang dipiloti Shasha, anak buah Yuri, dan Gorgon sebagai kopilot.
Rombongan Curtis kemudian ditinggal oleh Yuri dan anak kembarnya karena mereka punya tiket naik ke kapal besar tersebut. Dalam keputusasaannya, Curtis dan keluarga mendapat tumpangan seorang biksu yang ternyata menuju ke bahtera raksasa itu.
Di sini kembali penonton dibuat tegang karena mendadak pintu kapal dibuka. Gordon pun menjadi korban. Tapi saat pintu kapal akan ditutup lagi, sebuah perkakas jatuh dan mengganjal roda penggerak pintu. Mereka yang di dalam kapal panik karena mesin tidak bisa dinyalakan jika pintu masih terbuka. Padahal saat itu, sebuah tsunami setinggi gunung sudah menuju ke arah kapal itu.
Alur
Kisah film 2012 ini sepintas tak jauh berbeda dengan film soal bencana besar di bumi, seperti The Day After Tomorrow (2004) dan Deep Impact (1998). Hanya, film 2012 lebih hebat dan dahsyat penggambarannya. Efek visualnya terlihat lebih nyata. Ya, ini sebanding dengan ongkos produksi film ini yang mencapai 200 juta dollar AS.
Meski dari sisi efek visual patut diacungi jempol, tidak demikian dengan alur ceritanya. Jika Anda sering nonton film Hollywood, cukup banyak alur atau adegan yang bisa ditebak. Misalnya, saat Curtis terjatuh saat mengambil peta, adegan dibuat seolah Curtis telah mati. Sejurus kemudian muncul jari tangan Curtis dari bibir tebing dan selamatlah Curtis.
Lewat film 2012 ini setidaknya penonton bisa melihat gambaran bagaimana dunia (sedikit) hancur karena kekuatan alam yang amat dahsyat. Mungkin penyebutan kiamat untuk film ini tidak tepat, lantaran masih ada manusia yang selamat.
Mungkin lebih tepat bencana besar, seperti yang terjadi di zaman Nabi Nuh, di mana banjir besar melanda bumi, dan Nuh bisa selamat setelah naik sebuah bahtera berisi semua jenis binatang dan tumbuhan agar bisa melanjutkan hidup pascabencana.
Film ini juga mengandung pesan bahwa semua milik manusia tidak ada yang abadi. Manusia tidak berdaya kala alam mengamuk dengan segala kekuatannya.
Kita juga disadarkan bahwa semua seluruh manusia adalah bersaudara. Saat menghadapi bencana tak ada lagi si kaya dan si miskin, tak ada lagi kelompok agama, suku, dan ras. Namun jika kita baru sadar bahwa manusia adalah bersaudara dengan manusia lain saat bencana tiba, maka rasanya terlalu mahal harga yang dibayarkan.
Anda juga harus sabar menyaksikan film ini karena durasinya cukup panjang, 158 menit atau dua jam lebih. Jadi, sebelum nonton sebaiknya Anda buang air kecil agar tidak terganggu urusan "panggilan alam" itu di tengah-tengah film. Selamat menonton! (Lucky Oktaviano)
Anggun Tularkan Semangat "Go International"
BANDUNG, KOMPAS.com — Penyanyi internasional Anggun C Sasmi menyatakan, dirinya mendukung penuh setiap penyanyi Indonesia yang ingin menempuh karier di dunia internasional alias "go international"."Aku selalu mendukung penyanyi-penyanyi Indonesia yang ingin go international," kata Anggun di sela konser "Anggun Roadshow 2009 Crazy Phenomenal/Phenomenal Crazy", yang digelar di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Selasa (17/11) malam.
Menurut dia, langkah untuk mendukung penyanyi Indonesia yang akan go international itu antara lain dengan merangkul mereka dalam setiap konser.
Dalam konser "Road Show 2009" di lima kota besar yang ada di Indonesia, Anggun menggandeng beberapa penyanyi Tanah Air, seperti Glenn Fredly yang menemani Anggun untuk konser di Yogyakarta, Pinkan Mambo di Surabaya, Bunga Citra Lestari di Bandung, Ello di Medan, dan Rossa di Bali.
"Mereka adalah penyanyi yang memiliki ciri khas tersendiri. Aku yang dari generasi sebelumnya, senang bisa bekerja sama dengan mereka," kata Anggun.
Anggun menyatakan, asalkan ada niat dan kemauan yang kuat, penyanyi Indonesia pasti bisa berkarier di luar negeri.
"Siapa bilang artis Indonesia itu enggak bisa go international? Ini buktinya Bunga Citra Lestari, aku itu ngiri sama dia, potensinya keren banget dan serba bisa sebagai seorang entertainer. Dia itu nyebelin karena punya segalanya, bisa akting, menyanyi, cakep lagi," ujar Anggun di sela-sela konser seusai berduet dengan Bunga Citra Lestari sambil disambut tepukan tangan oleh ribuan penonton.
Anggun Cipta Sasmi atau yang lebih dikenal dengan nama Anggun merupakan penyanyi Indonesia yang go international dan saat ini bermukim dan menjadi warga negara Perancis.
Anggun merupakan putri dari pasangan Darto Singo, seorang seniman Indonesia dan Dien Herdina, seorang perempuan yang masih kerabat Keraton Yogyakarta.
Thursday, October 29, 2009
Menerawang Masa Depan, Cara Unik Memikat Pelanggan Kopi
KOMPAS.com - Berbagai cara dilakukan untuk menarik pelanggan dan meningkatkan penjualan. Sebuah jaringan kafe yang terkenal di Israel, Illan’s Coffee House, di Tel Aviv, mengatakan kepada para pelanggan bahwa mereka dapat mengetahui ramalan masa depan jika mereka memesan secangkir kopi dan meninggalkan ampasnya.
Uniknya, layanan itu gratis, tidak dipungut bayaran. Para pelayan mengatakan bahwa sebuah kejutan menanti ketika para pencinta kopi itu selesai menyeruput kopinya.
Manajer kafe itu, Michal Steg, mengatakan, mereka telah menyewa seorang peramal gipsi untuk mengajarkan kepada para pramusaji bagaimana menginterpretasikan ampas kopi itu. Menarik juga nih....
Uniknya, layanan itu gratis, tidak dipungut bayaran. Para pelayan mengatakan bahwa sebuah kejutan menanti ketika para pencinta kopi itu selesai menyeruput kopinya.
Manajer kafe itu, Michal Steg, mengatakan, mereka telah menyewa seorang peramal gipsi untuk mengajarkan kepada para pramusaji bagaimana menginterpretasikan ampas kopi itu. Menarik juga nih....
Tuesday, December 16, 2008
TKI Beri Devisa Terbesar Setelah Migas
Menneg BUMN Minta PNM Klarifikasi Repo Macet
Garuda Buka Jalur Baru Denpasar - Shanghai
PHK Massal Ancam 32 Ribu Buruh
Indonesia Kalah 0-1 Lawan Thailand
TKI Beri Devisa Terbesar Setelah Migas
Gerindra Bisa Menjadi "Kuda Hitam"
Lima Desa di Gresik Tergenang Banjir
Ahmadinejad "Balas" Sarkozy
Teheran, (ANTARA News) - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Selasa mengatakan bahwa dia tidak tertarik untuk bertemu dengan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy.
"Salah seorang kepala negara Eropa yang berusaha tampil sebagai kekuatan dunia dan berbicara seperti Pharaoh baru-baru ini mengatakan, bahwa dia tidak ingin berbicara dan bersalaman dengan seseorang yang mengatakan, bahwa rezim Zionis (Israel) harus dimusnahkan," kata Ahmadinejad dalam pidato di Ahvaz, Iran baratdaya, seperti dilaporkan DPA.
Dia menyitir pernyataan-pernyataan Sarkozy yang tidak ingin mengajak bersalaman atau duduk semeja dengan Ahmadinejad karena kebencian Presiden Iran itu terhadap Israel.
"Saya tak pernah minta untuk berbicara atau bersalaman dengan anda, dan itu tak kan pernah dilakukan," kata Ahmadinejad dalam pidatonya, yang diterbitkan oleh media negara.
Dengan menyebut Sarkozy 'kekanak-kanakan', Ahmadinejad mengatakan bahwa Iran tak akan pernah mengakui Israel sebagai negara berdaulat.
Dia juga mengatakan bahwa Iran tidak akan mundur dari hak-haknya yang sah untuk mengembangkan teknologi nuklir.
Para pengamat percaya bahwa Sarkozy secara perlahan menggantikan posisi Presiden AS George W. Bush yang segera akan habis masa jabatannya sebagai "politisi jahat", dan Teheran bahkan memperingatkan 'konsekuensi serius atas hubungan-hubungan dua negara.'
Menteri Luar Negeri Iran, Manouchehr Mottaki memutuskan untuk tidak hadir dalam konferensi pada hari Minggu tentang Afghanistan di Paris, yang dibuka dengan pidato dari Sarkozy. (*)
Organisasi Konferensi Islam Berduka Atas Wafatnya Ali Alatas
Jedah, (ANTARA News) - Organisasi Konperensi Islam (OKI) menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya mantan menteri luar negeri Ali Alatas.
"Sepanjang hidupnya, Alatas telah memberikan kontribusi yang berharga dan sangat berjasa pada negaranya dan umat Islam. Ia juga mendukung solidaritas Islam," menurut pernyataan yang dikeluarkan OKI.
Menurut OKI, Alatas juga merupakan seorang pendukung teguh OKI dan berperan penting dalam Komite 'Eminent Persons' yang bertanggungjawab mengubah Piagam OKI, yang disahkan pada KTT Islam ke-11 di Dakar, Senegal, Maret 2008.
Sekretaris Jenderal OKI Prof. Ekmeleddin Ihsanoglu telah mengirimkan pesan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berisi ucapan belasungkawa kepada keluarga Ali Alatas dand bangsa Indonesia atas wafatnya Ali Alatas.
Sekjen OKI mendoakan agar jasa-jasa Ali Alatas terhadap umat Islam mendapat balasan Allah SWT.
Ali Alatas meninggal dunia dalam usia 76 tahun, Kamis (11/12), di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Ia menjabat menteri luar negeri Indonesia dari tahun 1987 hingga 1999 dalam empat kabinet masa pemerintahan Soeharto dan Habibie
Monday, October 20, 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)







